“DEMOKRASI KITA” DAN SUKU MINANGKABAU Oleh: Yanuar Abdullah


rum-aksara-301

Bung Hatta; Founding Father Republik Indonesia berhasil mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau yang egaliter, demokratis dan hubungan sosial yang harmonis ke tingkat Nasional. Bung Hatta yang menyimak kepemilikan modal dasar Sosial kapital, Ekonomi kapital,berupa tanah, air dan udara adalah milik suku bagi orang Minangkabau disalin langsung masuk ke dalam fasal-fasal UUD 1945. Sementara itu prinsip-prinsip ekonomi, yang berazaskan kekeluragaan diwujudkannya dalam gerakan Koperasi. Bumi, Air dan Udara serta yang terkandung di atas dan di dalamnya menjadi milik suku dan diatur secara Adat pengelolaanya oleh “Pangulu” ( bukan Penghulu,Wali atau Lurah ) dibantu perangkat adat lainnya demi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran “anak-kemenakan” di dalam suku. Hal inipun tercermin dalam hampir setiap karya tulis dan pidatonya yang sekaligus menggambarkan haluan politiknya, yang dipengaruhi oleh budaya Minangkabau tempat ia lahir dan dibesarkan. Ketika hendak meluruskan kegiatan Bung Karno dalam menjalankan politik Negara Indonesia, setelah ia mengundurkan diri dari Jabatan wakil Presiden dan berada di luar Pemerintahan Mohd.Hatta menerbitkan buku kecil yang berjudul “DEMOKRASI KITA”. Kata “kita” itu ada dan terpakai dalam kebersamaan dan kesejajaran/kesetaraan sesama anggota suku yang disebut “kemenakan”. Kata “kita” tidak membedakan kelamin dan usia. “Kita” itu disebutkan pula dengan sebutan “awak”, secara populer untuk menyebut/menunjuk orang Minangkabau sebagai “Orang Awak”. Demokrasi: Seperti “Mencari Sarung Disandang” Kini Sumatera Barat ( Sumatera Tengah/ termasuk Riau daratan dan Jambi serta Bengkulu ), penyandang, penganut dan pengamal budaya Minangkabau sudah kehilangan “Demokrasi Kita” dilindas oleh Demokrasi Asing yang dibawa/diimpor putera-putera bangsa dengan Label, moderen, HAM dan Demokrasi; Ya demokrasi Politik dan apalagi Demokrasi Ekonomi. Penyelenggaran Negara masuk dalam perangkap sistem pemerintahan warisan (Jajahan-Belanda), sistemnya tetap menekan, menghisap dan mengeksploitasi. Sistemnya belum berganti, walau ada penyesuaian mulai dari orde Demokrasi Terpimpin, Orde Lama, Orde Baru dan kini stengah berada dalam Orde Reformasi “atau “ Orde Otonomi Daerah saat ini. Namun yang besar tetap memakan yang kecil, explotation de lom ver Lome. Penjajahan oleh yang kuat dan yang kaya tetap berjalan, yang terbanyak menyingkirkan suara terkecil. Penindasan dan penipuan terus terjadi dalam berbagai sistem tersebut. Benteng Demokrasi itu hanya sampai pada “Vootting”, pemungutan suara.“Nan Gadang Ma-Enden, Nan Tinggi Ma-Impok, Nan Cadiak Manjua, Nan di Belakang Mananduak, Nan Di Muko Ma-ngikia” Bagi Orang Awak yang berbudaya Minangkabau, yang menganut sistem Matriarchat dan bergaris keturunan Matrilineal serta hidup dalam “ SUKU”, pada hakekatnya telah menerapkan cita-cita keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan dalam kebersamaan. Kesetaraan, persaudaraan, kekeluargaan, keadilan dalam kebersamaan telah dijalankan orang Minangkabau dengan “adat/istiadat”, sejak lama secara turun temurun. Kehidupan demokratis dalam suku –suku; bukan di Nagari-Nagari. Suku ini yang menyimpan demokrasi, namun terabaikan dan luput dari pengamatan peneliti/pemerhati. Pembinaan dan Pembelajaran Adat tidak sampai ke alamatnya yakni “Suku”. Mencari Pola dan merumuskan demokrasi bagi “Orang Awak” bisa diibaratkan dengan “Mencari kain Sarung yang Disandang”, sudah dipunyai dan dimiliki dan dipakaikan dalam hidup, seperti analogi lama “profesor mencari kaca mata yang terpasang di keningnya”. Suku adalah suatu komunitas Adat terkecil di dalam wilayah Pemerintahan Nagari di tingkat jorong di Minangkabau. Budaya Minangkabau yang egaliter dan demokratis secara hakiki, kini hanya dapat ditemukan di dalam suku. Tidak ada “Demokrasi Kita” di tingkat Jorong-Pemerintahan Nagari, Kebupaten, Provinsi dan atau Nasional.

2 thoughts on ““DEMOKRASI KITA” DAN SUKU MINANGKABAU Oleh: Yanuar Abdullah

  1. terima kasih, saya suka ditanggapi, saya baru belajar di wordpress, harap dibantu dan dibimbing sampai saya mahir dan memperoleh manfaat dari saluran komunikasi ini; blog yang saya bina sekarang ini adalah : http://gateyan.blogspot.com dan gerbangdotorg.wordpress.com
    Blog saya tersebut jauh dari sempurna, saya ingin blogsaya menjadi sumber berita dan bermanfaat untuk pembacanya. Harap saya dibantu menumbuhkannya.
    terima kasih
    yanuarabdullah
    http://gateyan.blogspot.com
    https://gerbangdotorg.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s