SIDANG NAZARUDIN


Nazaruddin Ternyata Punya Perusahaan Minyak di Dubai

TRIBUNnews.comOleh Edwin Firdaus | TRIBUNnews.com – 4 jam yang lalu

  •  

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anang Supriyatna, mengaku belum tahu kepemilikan aset perusahaan minyak terdakwa Wisma Atlet Nazaruddin di Dubai, Uni Emirat Arab.

Justru, jaksa yang menangani perkara Nazaruddin baru mengetahuinya pada sidang pemeriksaan Terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

“Nah terkait (aset) di luar itu aku baru tahu. Enggak semudah itu menarik yang berada di luar negeri,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati demikian, lanjutnya, KPK tetap akan menelusurinya, seperti yang terungkap pada persidangan hari ini.

“Memang enggak ada kaitan dengan Wisma Atlet, tapi kan ada hubungannya dengan perkara lain,” imbuhnya.

Dalam persidangan Nazaruddin mengungkapkan, sebagian besar biaya pelariannya ke luar negeri dibiayai oleh perusahaan minyak miliknya di Dubai. Di mana, Nazaruddin memiliki saham dari perusahaan tersebut.

Namun, setelah dikonfirmasi di luar persidangan, Nazar enggan memberikan keterangan apapun terkait perusahaan minyaknya di Dubai. (*)

SIDANG NAZARUDIN


Nazaruddin Ternyata Punya Perusahaan Minyak di Dubai

TRIBUNnews.comOleh Edwin Firdaus | TRIBUNnews.com – 4 jam yang lalu

  •  

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anang Supriyatna, mengaku belum tahu kepemilikan aset perusahaan minyak terdakwa Wisma Atlet Nazaruddin di Dubai, Uni Emirat Arab.

Justru, jaksa yang menangani perkara Nazaruddin baru mengetahuinya pada sidang pemeriksaan Terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

“Nah terkait (aset) di luar itu aku baru tahu. Enggak semudah itu menarik yang berada di luar negeri,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati demikian, lanjutnya, KPK tetap akan menelusurinya, seperti yang terungkap pada persidangan hari ini.

“Memang enggak ada kaitan dengan Wisma Atlet, tapi kan ada hubungannya dengan perkara lain,” imbuhnya.

Dalam persidangan Nazaruddin mengungkapkan, sebagian besar biaya pelariannya ke luar negeri dibiayai oleh perusahaan minyak miliknya di Dubai. Di mana, Nazaruddin memiliki saham dari perusahaan tersebut.

Namun, setelah dikonfirmasi di luar persidangan, Nazar enggan memberikan keterangan apapun terkait perusahaan minyaknya di Dubai. (*)

SIDANG NAZARUDIN


Nazaruddin Ternyata Punya Perusahaan Minyak di Dubai

TRIBUNnews.comOleh Edwin Firdaus | TRIBUNnews.com – 4 jam yang lalu

  •  

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anang Supriyatna, mengaku belum tahu kepemilikan aset perusahaan minyak terdakwa Wisma Atlet Nazaruddin di Dubai, Uni Emirat Arab.

Justru, jaksa yang menangani perkara Nazaruddin baru mengetahuinya pada sidang pemeriksaan Terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

“Nah terkait (aset) di luar itu aku baru tahu. Enggak semudah itu menarik yang berada di luar negeri,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati demikian, lanjutnya, KPK tetap akan menelusurinya, seperti yang terungkap pada persidangan hari ini.

“Memang enggak ada kaitan dengan Wisma Atlet, tapi kan ada hubungannya dengan perkara lain,” imbuhnya.

Dalam persidangan Nazaruddin mengungkapkan, sebagian besar biaya pelariannya ke luar negeri dibiayai oleh perusahaan minyak miliknya di Dubai. Di mana, Nazaruddin memiliki saham dari perusahaan tersebut.

Namun, setelah dikonfirmasi di luar persidangan, Nazar enggan memberikan keterangan apapun terkait perusahaan minyaknya di Dubai. (*)

Menghentikan SBY Sekarang Konstitusional


Adnan Buyung: Menghentikan SBY Sekarang Konstitusional

TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com – 42 menit yang lalu

  • Adnan Buyung: Menghentikan SBY Sekarang Konstitusional
 

TRIBUNNEWS.COM–Praktisi hukum senior Adnan Buyung Nasution berpendapat upaya menghentikan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono di tengah jalan tetap konstitusional. Konstitusi sebagai Undang-undang Dasar (UUD) tidak bisa hanya dilihat secara tekstual. Ia harus juga dimaknai secara historikal dan kontekstual.”Kenapa orang sibuk mengatakan menghentikan SBY di tengah jalan sebagai langkah inkonstitusional? Saya mau tanya, adakah satu pasal atau ayat pun di UUD 1945 yang menyinggung soal Perdana Menteri?” Buyung mempertanyakan.”Lalu kenapa di masa Soekarno dulu, dikenal banyak Perdana Menteri yang menyusun dan memimpin kabinet? Ada Kabinet Sjahrir, Kabinet Hatta, Kabinet Natsir, dan lainnya. Apakah itu tidak konstitusional?” ujar Buyung yang akrab disapa Abang dalam rilisnya kepada tribun, Rabu (28/3/2012)Pernyataan Buyung itu disampaikannya saat berdiskusi dengan tokoh perubahan nasional Rizal Ramli di kantornya, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (27/3) kemarin. Rizal Ramli yang juga Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) itu diundang untuk memberikan pandangannya tentang situasi ekonomi dan politik terkini kepada para pengacara di firma hukum Adnan Buyung Nasution & Partners.Menurutnya, sebuah UUD tidak bisa hanya dipahami secara kaku berdasarkan pasal-pasalnya belaka. Jika keadaan negara membutuhkan, maka bisa ditempuh praktik kenegaraan yang telah menjadi konvensi (kebiasaan). Pada kasus Kabinet Sjahrir, misalnya, itu terbentuknya karena Soekarno saat itu tidak lagi dipercaya dunia internasional.

GOLDENGATE: BLOG BERITA DAN INFORMASI TERMASA


Wireless cell phone video surveillance solution is here adding a sense of private security and safety it offers you real-time video monitoring.

Wireless mobile phone video security solution
This technology utilizes the most powerful software applications
for distantly monitoring
from Anyplace in the world.
This is a solution that will turn any average mobile phone into a high end surveillance device.
The security system brings video from video source such as USB or IP Webcam to your mobile phone. It contains both the client and server software.

You can watch your residence, firm, babysitter, parents, pets, etc.

You can watch live images from your cameras on cell phone via
any kind of ip connection from any location in the world.
In case of invasion, a real video helps prevent false alarm and cancel police dispatches to avoid the fines.
Enjoy the autonomy of watching all your cameras
on cell phone anytime and from anywhere with just the touch of a button.

How does cellular surveillance work:

You attach your webcam (USB, IP camera, or Camcoder) to your home computer
and install the application.
The application captures video and sound from camera and sends it, as compressed
media stream, to web server.
You login to this Web server from your mobile phone and view your camera.
No particular application for your mobile phone is necessary.

All regarding mobile video surveillance.

Dengan memanfaatkan blog yang dikembangkan oleh “bloger “; pada dasarnya kita semua bisa mengembangkan kemampuan tulis menulis berita dan cerita, yang memuat informasi terkini/termasa dan aktual, serta meberikan informasi berguna tentang kehidupan dan atau juga berbagi cerita hiburan dan kegiatan kreatifitas dunia kesenian .

Saya bermaksud membangun blog seperti itu bersama sama dengan rekan bloger pembaca sekalian. Marilah kita saling berbagi shering, membangun sinergitas, untuk kejayaan,kemakmuran  dan kesejahteraan bersama.

Berita dan cerita yang ada di lingkungan saya akan saya bagi dengan Anda jika Anda bersedia membagi berita Anda dengan saya. Kesenian, hiburan, pariwisata, ekonomi kecil,  sejarah, kesehatan, olahraga adalah topic-topic yang akan saya kembangkan. Untuk kesenian, sajarah dan kebudayaan saya membangun blog, http://lkaamluak50koto.blogspot.com dan sebuah lagi yang bersifat aktual dan hiburan adalah http:gateyan.blogspot.com.

Untuk saling berbagi informasi saya menggunakan :

 

http://gerbangdotorg.wordpress.com

yanuar abdullah

Affiliate Program ”Get Money from your Website”

MENDIRIKAN RUMAH GODANG (Pasumayam)


 

Pasumayam: artinya tempat tinggal dan hidup, yang memakai kata batu masih ditemui seperti “ Batu Tagak, batu congkak, batu kudo, batu baiduang, batu banyak, batu caturan, batu jonjang, batu lombuk, batu udi, batu balaki, batu loweh, batu sandaran rajo, batu batuah, batu ajuang, batu baririak, tabiang batu mejan, batu kurisi, losuang batu dan sebagainya.

MENDIRIKAN RUMAH GADANG Rumah Gadang didirikan di atas tanah kaum yang bersangkutan. Jika hendak didirikan, panghulu dari kaum tersebut mengadakan musyawarah terlebih dahulu dengan anak kemenakannya. Setelah dapat kata sepakat dibawa kepada panghulu-panghulu yang ada dalam persukuan dan seterusnya dibawa kepada panghulu-panghulu yang ada di nagari. Untuk mencari kayu diserahkan kepada orang kampung dan sanak keluarga. Tempat mengambil kayu pada hutan ulayat suku atau ulayat nagari. Tukang yang mengerjakan rumah tersebut berupa bantuan dari tukang-tukang yang ada dalam nagari atau diupahkan secara berangsur-angsur. Rumah yang dibangun diperuntukkan pada keluarga perempuan, sedangkan untuk laki-laki dibangun rumah perbujangan (setelah Islam masuk maka kaum laki-laki tidur di surau). Walaupun diperuntukkan bagi perempuan, namun yang berkuasa adalah Penghulu, dan yang bertanggung jawab langsung pada Rumah Gadang tersebut adalah Tungganai, laki-laki tertua dalam rumah. Bila Rumah Gadang sudah tua dan perlu diperbaiki, maka seluruh anggota kaum mengadakan mufakat. Seandainya Rumah Gadang akan dibuka (dirobohkan) lantaran tidak mungkin lagi diperbaiki, harus setahu orang kampung atau senagari, terutama sekali panghulu yang ada di nagari tersebut. Tidak semua keluarga dibolehkan mendirikan Rumah Gadang dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat itu antara lain kaum yang akan mendirikan rumah gadang itu; merupakan kaum asal di kampung tersebut dan mempunyai status adat dalam suku dan nagarinya. Walaupun ada kaum yang kaya, kalau dia merupakan keluarga pendatang baru yang tidak mempunyai status adat dalam suku dan nagari tersebut, tidak dibenarkan mendirikan Rumah Gadang. Walaupun demikian, kemufakatan dari panghulu yang ada pada suku dan nagari sangat menentukan apakah sebuah kaum dibenarkan mendirikan Rumah Gadang atau tidak. Dilihat dari cara membangun, memperbaiki dan membuka rumah gadang, ada unsur kebersamaan dan kegotongroyongan sesama anggota masyarakat tanpa mengharapkan balas jasa. Fungsi sosial sangat diutamakan dari fungsi utamanya. Walaupun suatu rumah gadang merupakan milik dan didiami oleh anggota kaum tertentu, namun pada prinsipnya; rumah gadang itu adalah milik nagari, karena mendirikan sebuah rumah gadang didasarkan atas ketentuan-ketentuan adat yang berlaku di nagari dan setahu panghulu-panghulu untuk mendirikan atau membukanya. FUNGSI RUMAH GADANG Rumah Gadang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat acara adat. Ukuran ruang tergantung dari banyaknya penghuni di rumah itu. Namun, jumlah ruangan biasanya ganjil, seperti lima ruang, tujuh, sembilan atau lebih. Sebagai tempat tinggal, rumah gadang mempunyai bilik-bilik dibagian belakang yang didiami oleh wanita yang sudah bekeluarga, ibu-ibu, nenek-nenek dan anak-anak. Fungsi rumah gadang yang juga penting adalah sebagai iringan adat, seperti ; 1. menetapkan adat 2. atau tempat melaksanakan acara seremonial • adat seperti kematian, • kelahiran, • perkawinan, mengadakan acara kebesaran adat, 3. tempat mufakat dan lain-lain. Perbandingan ruang tempat tidur dengan ruang umum adalah; sepertiga untuk tempat tidur dan dua pertiga untuk kepentingan umum. Pemberian ini memberi makna bahwa kepentingan umum lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi.
Cell phone video surveillance solution

“DEMOKRASI KITA” DAN SUKU MINANGKABAU Oleh: Yanuar Abdullah


rum-aksara-301

Bung Hatta; Founding Father Republik Indonesia berhasil mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau yang egaliter, demokratis dan hubungan sosial yang harmonis ke tingkat Nasional. Bung Hatta yang menyimak kepemilikan modal dasar Sosial kapital, Ekonomi kapital,berupa tanah, air dan udara adalah milik suku bagi orang Minangkabau disalin langsung masuk ke dalam fasal-fasal UUD 1945. Sementara itu prinsip-prinsip ekonomi, yang berazaskan kekeluragaan diwujudkannya dalam gerakan Koperasi. Bumi, Air dan Udara serta yang terkandung di atas dan di dalamnya menjadi milik suku dan diatur secara Adat pengelolaanya oleh “Pangulu” ( bukan Penghulu,Wali atau Lurah ) dibantu perangkat adat lainnya demi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran “anak-kemenakan” di dalam suku. Hal inipun tercermin dalam hampir setiap karya tulis dan pidatonya yang sekaligus menggambarkan haluan politiknya, yang dipengaruhi oleh budaya Minangkabau tempat ia lahir dan dibesarkan. Ketika hendak meluruskan kegiatan Bung Karno dalam menjalankan politik Negara Indonesia, setelah ia mengundurkan diri dari Jabatan wakil Presiden dan berada di luar Pemerintahan Mohd.Hatta menerbitkan buku kecil yang berjudul “DEMOKRASI KITA”. Kata “kita” itu ada dan terpakai dalam kebersamaan dan kesejajaran/kesetaraan sesama anggota suku yang disebut “kemenakan”. Kata “kita” tidak membedakan kelamin dan usia. “Kita” itu disebutkan pula dengan sebutan “awak”, secara populer untuk menyebut/menunjuk orang Minangkabau sebagai “Orang Awak”. Demokrasi: Seperti “Mencari Sarung Disandang” Kini Sumatera Barat ( Sumatera Tengah/ termasuk Riau daratan dan Jambi serta Bengkulu ), penyandang, penganut dan pengamal budaya Minangkabau sudah kehilangan “Demokrasi Kita” dilindas oleh Demokrasi Asing yang dibawa/diimpor putera-putera bangsa dengan Label, moderen, HAM dan Demokrasi; Ya demokrasi Politik dan apalagi Demokrasi Ekonomi. Penyelenggaran Negara masuk dalam perangkap sistem pemerintahan warisan (Jajahan-Belanda), sistemnya tetap menekan, menghisap dan mengeksploitasi. Sistemnya belum berganti, walau ada penyesuaian mulai dari orde Demokrasi Terpimpin, Orde Lama, Orde Baru dan kini stengah berada dalam Orde Reformasi “atau “ Orde Otonomi Daerah saat ini. Namun yang besar tetap memakan yang kecil, explotation de lom ver Lome. Penjajahan oleh yang kuat dan yang kaya tetap berjalan, yang terbanyak menyingkirkan suara terkecil. Penindasan dan penipuan terus terjadi dalam berbagai sistem tersebut. Benteng Demokrasi itu hanya sampai pada “Vootting”, pemungutan suara.“Nan Gadang Ma-Enden, Nan Tinggi Ma-Impok, Nan Cadiak Manjua, Nan di Belakang Mananduak, Nan Di Muko Ma-ngikia” Bagi Orang Awak yang berbudaya Minangkabau, yang menganut sistem Matriarchat dan bergaris keturunan Matrilineal serta hidup dalam “ SUKU”, pada hakekatnya telah menerapkan cita-cita keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan dalam kebersamaan. Kesetaraan, persaudaraan, kekeluargaan, keadilan dalam kebersamaan telah dijalankan orang Minangkabau dengan “adat/istiadat”, sejak lama secara turun temurun. Kehidupan demokratis dalam suku –suku; bukan di Nagari-Nagari. Suku ini yang menyimpan demokrasi, namun terabaikan dan luput dari pengamatan peneliti/pemerhati. Pembinaan dan Pembelajaran Adat tidak sampai ke alamatnya yakni “Suku”. Mencari Pola dan merumuskan demokrasi bagi “Orang Awak” bisa diibaratkan dengan “Mencari kain Sarung yang Disandang”, sudah dipunyai dan dimiliki dan dipakaikan dalam hidup, seperti analogi lama “profesor mencari kaca mata yang terpasang di keningnya”. Suku adalah suatu komunitas Adat terkecil di dalam wilayah Pemerintahan Nagari di tingkat jorong di Minangkabau. Budaya Minangkabau yang egaliter dan demokratis secara hakiki, kini hanya dapat ditemukan di dalam suku. Tidak ada “Demokrasi Kita” di tingkat Jorong-Pemerintahan Nagari, Kebupaten, Provinsi dan atau Nasional.